Dakwah islam, Penyejuk Hati

Senin, 07 November 2016

TOLONG BERHENTILAH MENGOSUMSI IKAN LELE KARENA SATU SUAP IKAN LELE SAMA DENGAN MEMASUKAN RIBUAN SEL KANKER DI TUBUH ANDA !!! BANTU SEBARKAN YA

 Lele yaitu satu di antara jenis ikan yang kaya protein hewani. Pecel lele termasuk menu makanan favorite beberapa orang karena harga nya yang cukup murah dan enak. Meskipun enak dan murah, Lele yaitu ikan paling kotor diantara jenis ikan yang lain yang sering dikonsumsi oleh manusia. Mengapa dimaksud ikan paling kotor? itu penuturannya :



a) Lele hidup dikolam yang begitu kotor dan biasanya dikelilingi oleh kandang ayam atau babi.
Buat anda pengagum ikan lele, memanglah tidak semua lele hidup atau di budidayakan di kolam yang seputarnya ada kandang ayam atau kandang babi. Di indonesia banyak juga yang memelihara ikan lele di kolam-kolam umum. Tetapi Kenapa di sebut ikan paling kotor, mungkin saja saja saja karena sebagian besar peternak lele berikanlah makan ternaknya dengan pakan yang datang dari apapun yang kotor termasuk bangkai ayam dll.

Menurut seorang peternak lele dari Tiongkok bernama Zhang Ri-hong mengaku bila dirinya sudah memasok banyak lele yang dipanennya semasing 3 bln. sekali ke pasar-pasar dan rumah makan di pinggir jalan di provinsi Hainan tepatnya di Haikou. Sering Timbulnya keluhan dari beberapa orang, seorang wartawan dari departemen perikanan setempat menelusuri tentang ikan ini. Beberapa wartawan mengambil sampel tambak dari 7 kolam yang menyimpan lele ini. Sebenarnya Ketujuh tambak ini semua dikelilingi oleh kandang ayam dan babi, tengah didalam tambak ini ada banyak tumpukan sampah.

Menurut Hukum fikih dalam Islam, mengonsumsi ikan lele yaitu halal. Tetapi terkadang banyak juga peternak lele di Indonesia pelihara lele di empang dan diberi makan berupa kotoran. Bila kondisinya seperti ini, jadi ikan lele jadi sama dengan binatang jallalah, yaitu binatang yang mengkonsumsi makanan kotor dan najis sampai hukum mengkonsumsinya yaitu haram. Agar jadi halal kembali, lele harus dikarantina atau dipisahkan dari tempat yang kotor dan di beri makanan yang bersih. Untuk saat karantina minimal 3 hari.
bahaya mengintai anda bila konsumsi lele, satu suap ikan lele memiliki kandungan 3000 sel kanker

b) Lele yaitu jenis ikan yang mengkonsumsi limbah.
Lele termasuk jenis ikan yang mudah berkembang biak dikolam yang kotor, ikan itu bisa pula mengkonsumsi limbah berupa kotoran hewan seperti kotoran ayam, sapi, dan babi, bahkan ikan itu bisa pula mengkonsumsi kotoran manusia. Sekian waktu lalu, berita tentang bahaya mengkonsumsi ikan lele goreng beredar. Kabarnya pernah seseorang dokter mengaku bila ia sering hadirnya pasien yang terkena penyakit thyroid yang membengkak dan infeksi, dengan isyarat tanda : leher bawah bengkak, di sekitaran leher ada yang seperti tumor, bola mata seperti ingin keluar, panas di sekitaran leher, sering batuk di dalam malam tidak ada karena.

Setelah di tanyakan, kenyataannya semua pasien sering mengkonsumsi lele dan belut goreng. Hal sejenis ini dapat jalan pada Juragan lele di Yogyakarta, Ayah, istri dan anaknya alami beberapa gejala seperti di atas. Saat dokter ini kemukakan pertanyaan ke salah seorang profesor dokter di Pluit, sesungguhnya ikan lele ini mempunyai kandungan racun mudah, sampai apabila digoreng, jadi minyak yang bersih tentunya akan hitam. Sampai mengenai itu juga yang dapat mungkin saja bila pada tubuh ikan lele mempunyai kandungan tiga ribu sel kanker yang begitu memiliki kemungkinan untuk tubuh manusia.

Sahabat buat anda pengagum ikan lele, walau ikan lele halal dan tidaklah sangat menghawatirkan sebagai customer yang bijak anda harus dan senantiasa siaga. Anda juga tidak paham saat beli ikan lele dipasar atau di warung makan, apakah sebelum di goreng ikan tersebut di karantina dulu atau tdk? Bila anda merasa ragu, tidak perlu di mengkonsumsi. Atau bila anda yakini akan kebersihannya, silahkan mengonsumsinya. Namun dianjurkan supaya tidak dalam jumlah yang besar melalui cara teratur

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.