Dakwah islam, Penyejuk Hati

Sabtu, 05 November 2016

Kisah Mengharukan Seorang Istri Banyak Pria yang Menangis Ketika Membacanya

 Inikah cinta sejati?? Ia mulai dari tidak ada apa-apanya bekerja sebagai kuli bangunan hingga pada akhirnya sukses jadi kepala sisi. Lalu ia membuat tim pekerja sendiri yang pada akhirnya berkembang jadi satu perusahaan konstruksi. Sang istri yang ikuti pria ini mulai sejak kuli bangunan, semakin hari terlihat makin tua. Tubuh yang dulunya langsing, saat ini tampak kasar berotot, kulit juga tidak sehalus dahulu. Di banding dengan beribu wanita cantik di luar sana, ia tampak sangat simpel dan pendiam. Kemunculannya selalu mengingatkannya akan saat lalu yang susah.



Sang suami pikirkan, inilah waktunya pernikahan ini berakhir. Ia menabungkan duit sebesar 1 juta yuan dalam bank istrinya, beli juga baginya satu rumah di daerah kota. Ia merasa, ia tidaklah suami yg tidak berperasaan. Seumpamanya ia tidak mempersiapkan bekal untuk hari tua istrinya, hatinya juga tidak tenang...... Pada akhirnya, ia juga ajukan tuntutan cerai pada istrinya. Sang istri duduk bertemu dengannya. Tidak ada bicara sepatah katapun ia dengarkan alasan sang suami ajukan perceraian. Tatapannya tampak tetaplah teduh dan tenang.

Saat hari sang istri pergi dari rumah juga tiba, sang suami membantunya memindahkan beberapa barang menuju rumah baru yang dibelikan oleh suaminya. Sekian pernikahan yang telah di bangun selama nyaris 20 th. lebih itu juga usai sekian saja. Sepanjang pagi itu, hati sang suami sungguh tak tenang. Mendekati siang, ia juga terburu-buru kembali pada rumah itu. Namun ia merasakan rumah itu kosong, sang istri sudah pergi. Di atas meja tergeletak kunci rumah, buku tabungan diisi 1 juta yuan dan sepucuk surat yang ditulis oleh istrinya.

Saya pamit, pulang ke rumah orang-tua saya. Semua selimut telah dicuci bersih, dijemur di bawah matahari, kusimpan di dalam kamar belakang, almari samping kiri. Jangan sampai lupa menggunakannya waktu cuaca mulai dingin. Sepatu kulitmu telah kurawat semua, kelak jika selanjutnya mulai ada yang rusak, bawa ke toko sepatu di sudut jalan
untuk diperbaiki. Bajumu kugantung pada lemari baju samping atas, kaos kaki, ikat pinggang kutaruh di dalam laci kecil di
samping bawah. Setelah saya pergi, janganlah lupa meminum obat secara teratur. Lambungmu kerap miliki permasalahan. Saya telah menitip rekan membelikan obat cukup banyak untuk persediaanmu selama 1/2 th.. Oh ya, anda kerap sekali keluar rumah tidak ada membawa kunci, jadi saya bikin 1 set kunci serta kutitipkan pada security di lantai bawah. Semisalnya anda lupa lagi membawa kunci, ambil saja padanya. Ingat tutup pintu dan jendela sebelumnya pagi-pagi pergi kerja, apabila tidak, air hujan dapat masuk mengakibatkan rusaknya lantai rumah. Saya juga membikinkan pangsit. Kutaruh di dapur. Sepulang dari kantor, anda dapat memasaknya sendiri...

Tulisannya jelek, susah dibaca. Namun tiap-tiap huruf seperti selongsong peluru berisikan cinta tulus, yang ditembakkan menghujam jauh ke dalaman ulu hatinya. Ia lihat masing-masing pangsit yang terbungkus rapi. Ia teringat 20 th. waktu lalu waktu ia masih jadi seorang kuli bangunan, teringat suara istrinya memotong sayur, menyiapkan pangsit di dapur, teringat begitu suara itu berikan melodi yang indah dan demikian bahagianya ia saat itu.

Ia juga mendadak teringat janji yang dikatakannya waktu itu : " Saya mesti berikan kebahagiaan untuk istri saya... " Detik itu juga ia lari secepat kilat segera menstarter mobilnya. 1/2 jam lalu, dengan bersimbah keringat, pada akhirnya ia dapatkan istrinya di dalam kereta.

Dengan nada berang ia berkata, " Anda ingin ke mana? Sepagian saya letih di kantor, pulang ke rumah sesuap nasi juga tak dapat kutelan. Sekian langkahnya anda jadi istri? Keterlaluan. Cepat turut saya pulang! " Mata sang istri berkaca-kaca, dengan taat ia juga berdiri ikuti sang suami dari belakang. Mereka juga pulang. Perlahan, air mata sang istri beralih jadi senyum bahagia.... Ia tidak tahu bila sang suami yang jalan di depannya telah menangis sedemikian rupa... Dalam perjalanan sang suami lari dari rumah ke stasiun kereta, ia sekian takut.. Ia takut gagal dapatkan istrinya, ia begitu takut kehilangan dia. Ia menyesali dianya kenapa dianya sekian bodoh sampai akan mengusir wanita yang sekian ia cintai. Kehidupan pernikahan selama 20 th. ini nyatanya telah mengikat erat-erat mereka berdua jadi satu. Kekayaan yang sesungguhnya bukanlah ada pada angka di dalam buku tabungan, namun ada pada  senyuman bahagia di muka anda

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Kisah Mengharukan Seorang Istri Banyak Pria yang Menangis Ketika Membacanya

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.